Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia, tetap menarik bagi wisatawan untuk berkunjung, khususnya di Sleman. Tetap terjaganya kunjungan wisatawan ke Yogyakarta membutuhkan tempat akomodasi untuk tempat menginap. Waktu tinggal wisatawan yang berkunjung ke Jogja dan Sleman pada khususnya memang belum terlalu lama. Namun usaha untuk menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama terus diupayakan melalui berbagai kegiatan dan promosi wisata.

Kondisi tersebut juga menarik bagi para investor badan usaha maupun perorangan untuk berinvestasi di bidang pariwisata. Salah satu sarana pendukung pariwisata untuk menjaring waktu tinggal wisatawan adalah hotel atau penginapan. Berdasarkan permohonan izin pemanfaatan tanah (IPT) yang masuk di tahun 2010 jumlah permohonan untuk jenis kegiatan pembangunan hotel/ penginapan atau yang sejenis dengan itu menunjukkan jumlah yang cukup banyak. Pada tahun 2010 sebanyak 27 permohonan IPT diajukan oleh badan usaha atau perorangan untuk kegiatan tersebut, mulai untuk kegiatan penginapan, hotel, villa, kondotel, kondominium dan kegiatan yang sejenis dengan itu.

Sedangkan untuk tahun 2012, sampai dengan bulan Maret jumlah permohonan IPT untuk kegiatan tersebut sudah mencapai 9 buah permohonan. Permohonan tersebut paling banyak merupakan permohonan di lokasi yang baru, sedangkan sebagian merupakan permohonan pengembangan terhadap lokasi yang sudah ada dan juga pengajuan permohonan perpanjangan.

Meningkatnya permohonan pengajuan pendirian izin ini sepertinya sedang jadi booming di Sleman, karena sebelumnya jumlah permohonan untuk kegiatan ini tidak sebanyak seperti sekarang. Fenomena ini perlu disikapi dengan baik, karena apabila tidak dilakukan pengendalian justru akan mematikan industri perhotelan sendiri, walaupun  di satu sisi mendukung sektor pariwisata.

Lokasi yang dimohon sebagian besar berada di wilayah perkotaan, seperti di Kecamatan Depok, Kecamatan Kalasan, Mlati, dan Kecamatan Ngaglik yang dekat dengan perkotaan Yogyakarta. Sebagian berada di lokasi Kecamatan Pakem, sebagai salah satu tujuan wisata di Sleman yaitu daerah Kaliurang.

Diharapkan dengan tumbuhnya hotel-hotel baru tidak akan mematikan industri perhotelan itu sendiri, namun justru memberikan konstribusi dalam peningkatan kepariwisataan di Sleman dan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Pemberian izin tetap mengacu pada rencana tata ruang daerah dan aspek-aspek lain dalam pemberian izin pemanfaatan tanah, seperti aspek penguasaan tanah, aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek lingkungannya. Dengan demikian tidak semua pengajuan permohonan dapat diberikan izin.