SLEMAN (KR) – Perumahan yang dibangun sebelum 2006 dan sampai sekarang belum memiliki Izin Membangun Bangunan (IMB) bisa mendapatkan IMB asal sertifikat atas nama pemilik dan prasarana lingkungan terpenuhi.  Namun bagi perumahan yang sertifikatnya belum atas nama pemilik, tetap belum bisa mendaptkan IMB.

Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Ir Dwike Wijiyanti MT menjelaskan, pengeluaran IMB itu atas dasar Perbup No 18 Tahun 2005 tentang persyaratan tata bangunan dan lingkungan, sebagaimana telah diubah dengan Perbup No 12 Tahun 2006 menyebutkan, perumahan memenuhi prasarana jalan 4 meter bisa.

“Kalau prasarana lingkungan paling dasar sudah dipenuhi yaitu minimal jalan 4 meter, ada drainase lingkungan dan sertifikat sudah atas nama sendiri, bisa dikeluarkan IMB.  Karena selama ini yang ditinggalkan para pengembang itu open space komunal,” kata Dwike kepada KR, Selasa (24/7).

Bagi perumahan memenuhi persyaratan itu dan belum memiliki IMB, saat ini bisa mengajukan permohonan IMB, baik secara individu maupun paguyuban.  Namun sebaiknya permohonan itu dilakukan kelompok dan langsung mengurus ke dinas.  “Jangan mengurus lewat calo, tapi langsung ke dinas.  Yang jelas kami akan membantu masyarakat yang sudah memenuhi syarat, “ujarnya.

Lebih lanjut Dwike menjelaskan, seharusnya syarat yang harus dilengkapi, Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) setelah itu harus perolehan tanah menjadi Hak Guna Bangunan dan megajukan site plan. Dalam site plan itu, sarana prasarana, fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos) harus diperhatikan.

“Kebanyakan para pengembang hanya sampai IPT saja.  Fasum fasos tidak dipenuhi, permohonan selanjutnya terkatung-katung.  Akibatnya IMB tidak bisa keluar. Sementara sebagian pengembang-pengembang nakal itu sudah menghilang,”jelasnya.

Bagi perumahan yang perolehannya masih utuh, dinas belum bisa mengeluarkan IMB.  Namun sekarang ini dinas masih mencarikan solusi agar pemilik perumahan bisa mendapatkan IMB.

 

Sumber : Kedaulatan Rakyat 25 Juli 2012